Jumat, 02 April 2010

Deodoran Sebabkan Kanker Payudara?


Kabar tentang produk penghambat keringat berlebih ini bisa sebabkan kanker payudara hingga saat ini memang masih simpang siur. Lantas, adakah hubungannya antara deodoran dengan kanker payudara?
Bahan dasar antiperspirant atau deodoran adalah alumumium. Sejumlah penelitian yang dilakukan National Cancer Institue America, hingga 2006, menyatakan, tidak ada hubungannya antara kanker payudara dengan penggunaan deodoran atau antiperspirant.
Padahal mitos ini sebelumnya beredar sangat luas, karena diduga bahan dasar antiperspirant yang berupa alumunium terserap ketika digunakan pada ketiak, dan bisa menimbulkan hormonal efek yang menyebabkan timbulnya kelenjar sel kanker.
Mengapa payudaya yang diserang? Karena penggunaan pada ketiak, bagian tubuh yang dekat dengan payudara. Namun, hingga saat ini mitos ini tidak ada bukti secara klinis yang mengatakan bahwa ada hubungannya antara deodoran atau antiperspirant.
Antiperspirant, menurut dr. Hanny, sebenarnya berfungsi mengecilkan pori-pori pada kulit, yang bisa menyumbat sementara cairan yang berupa keringat. Penelitian ini telah dilakukan mulai 2002 dengan mewawancarai 813 wanita dengan kanker payudara, dan 793 wanita tanpa riwayat kanker payudara.
Dan, pada 2006, penelitian ini kembali berlanjut dengan menggunakan teknik yang sama. Respondennya, 54 wanita penderita kanker, dan 50 wanita tanpa kanker. Hasilnya, kedua penelitian ini tidak menemukan kaitan antara produk penghambat keringat berlebih ini dengan kanker payudara.
“Namun, dalam penelitian ini ditemukan, penyebab utama kanker payudara justru karena adanya faktor keturunan,” kata dr. Hanny.
Tapi, dr.Hanny mengakui bahwa penelitian ini harus dilakukan lebih lanjut lagi. Pasalnya, saat ini banyak deodoran atau antiperspirant yang menggunakan zat-zat tambahan. Misalnya, untuk menambah keharuman dan kelembaban lebih lama pada kulit, serta ada zat lain seperti parabens yang membuat produk tersebut menempel lebih lama di kulit.
Sejak 2006 – 2010 para peneliti masih menguji termasuk mengenai apakah ada hubungan antara penggunaan antara deodoran dan antiperspirant dengan kanker prostat, atau pikun (alzheimer).

Buah Kenari Pencegah Kanker Prostat

Sejak dulu, pria Prancis percaya kacang ini dapat meningkatkan libido bercinta. Namun, tak hanya itu, kacang kenari ini juga dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat.
Sebuah penelitian menemukan, makan kacang ini setiap hari dapat mengurangi ukuran tumor dan memperlambat pertumbuhannya. Walaupun percobaan dilakukan pada tikus, para peneliti percaya, penelitian ini juga relevan jika diterapkan pada manusia.
Para peneliti menyarankan, bagi pria dianjurkan mengonsumsi sekitar 14 butir kenari yang dikupas sebagai makanan diet. Cara ini dipercaya bisa menghambat pertumbuhan sel kanker prostat yang merupakan penyakit ‘pembunuh’ pria tertinggi kedua di dunia setelah kanker paru-paru. Perlu diketahui, sekitar 35.000 pria Inggris didiagnosis dengan penyakit ini setiap tahun, dan 10.000 orang meninggal akibat penyakit ini.
Walaupun penyebab penyakit tidak sepenuhnya jelas, namun diketahui ada hubungannya dengan diet, dan cenderung terjadi akibat terlalu sering mengonsumsi makanan rendah lemak yang didapat dari buah dan sayuran.
Kenari, yang secara alami mengandung zat kimia tinggi diyakini mampu meningkatkan kesehatan. Zat yang terkandung dalam kenari di antaranya termasuk omega-3 asam lemak, yang telah terbukti bisa membantu mencegah kanker payudara dan penyakit jantung.
Dalam studi terbaru, University of California mempelajari tikus yang secara genetik rentan terhadap kanker prostat. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menyebar beberapa kenari pada sawah yang ditanami padi selama dua bulan.
Dan hasilnya, Peneliti Paul Davis mengungkapkan, “Kami menemukan bahwa kenari yang dimakan tikus-tikus mengakibatkan risiko kanker prostat lebih kecil, karena memperlambat pertumbuhan tumor. Karena itu, sebaiknya kenari dijadikan bagian dari diet harian di antara buah-buahan dan sayuran.
Dr. Helen Rippon, dari Prostate Cancer Charity, berkata: “Meski terlalu awal mengatakan kenari dapat mencegah kanker prostat pada pria, namun hasil penelitian ini amat menjanjikan untuk pencegahan kanker prostat.”
Bingung karena belum menemukan bahan yang tepat untuk merawat rambut Anda? Mungkin Anda bisa mencoba santan kelapa. Tidak hanya lezat sebagai bumbu masak, kelapa juga baik untuk merawat kecantikan serta kesehatan rambut.

Berikut tiga manfaat kelapa:

1. Memperlambat pertumbuhan uban. Ada sebagian orang yang beruban di usia yang tidak seharusnya. Penyebabnya banyak, seperti stres atau shampo yang tidak cocok. Menghilangkan uban tentu bisa dilakukan dengan mengecat rambut. Namun pencegahan tentunya lebih efektif, bukan? Dengan santan kelapa, kemunculan uban dapat ditunda. Bahkan jika sudah terlanjut pun, kelapa masih dapat mengurangi jumlah uban yang mungkin bertambah. Orang dulu biasanya memarut kelapa yang sudah tua, dan memerasnya sampai keluar santan. Santan itu akan ditambahkan garam dan diembunkan semalam. Esoknya tinggal dioleskan pada rambut.
2. Menghilangkan ketombe. Tidak sekadar mengurangi keindahan rambut, ketombe juga membuat kulit kepala lecet karena gatal. Kita juga tidak akan terlihat cantik karena sering menggaruk kepala. Air kelapa yang mengandung tanin bisa menjadi antibakteri dan vitamin C yang mampu menghilangkan ketombe. Jika dipadu degnan nanas dan jeruk nipis, ramuan ini akan lebih sempurna. Untuk membuat ramuan sendiri, Anda membutuhkan setengah butir kelapa tua dan seperempat nanas mengkal. Parut keduanya dan ambil airnya. Tambahkan perasan satu buah jeruk nipis dan biarkan selama 15 menit. Jika Anda keramas dengan ramuan ini seminggu sekali, ketombe niscaya akan hilang.
3. Melembabkan rambut. Memiliki rambut kering memang tidak menyenangkan karena mudah patah. Untuk mengatasinya, rambut harus dilembabkan. Air kelapa dapat digunakan untuk melembabkan rambut. Kandungan vitamin C pada air kelapa bisa mengurangi minyak sekaligus memberi kelembaban. Cara membuat ramuannya adalah dengan mencampur air kelapa dari kelapa yang tidak begitu tua dengan air biasa. Perbandingannya satu banding satu. Basuhkan ke rambut setiap habis keramas.